Minggu, 17 Februari 2013

8 Kebiasaan Sehat Orang Jepang yang Membuat Panjang Umur


Orang Jepang memiliki umur harapan hidup terpanjang di dunia, wanitanya selama 86 tahun dan prianya 79 tahun. Hal ini dikarenakan orang Jepang memiliki kebiasaan sehat yang belum dipunyai orang-orang di negara lain. Di sini akan ditampilkan delapan di antaranya yang mungkin bisa kita aplikasikan

Kemampuan Bangkit dari Duduk di Lantai Merepresentasikan Tingkat Kematian

Seberapa panjang usia akan kita nikmati? Meski Tuhan yang menentukan kita bisa mengukurnya dari kondisi kesehatan kita.

Baru-baru ini European Journal of Cardiovascular Prevention melansir berita hasil penelitian Dr. Claudio Gil Araujo dan tim dari Clinimex - Exercise Medicine Clinic, Rio de Janeiro, Brazil. Araujo meneliti seberapa besar peluang hidup seseorang yang berusia setengah baya atau lebih dilihat dari kondisinya terutama gangguan kardiovaskularnya (jantung dan stroke) dengan tes yang diberikannya.

HANYA ADA 3 HARI DALAM HIDUP INI


Yang pertama :
"HARI KEMARIN"
Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi. Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan. Dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin berlalu, LEPASKAN saja.
Yang kedua :

KADO INI TIDAK DIJUAL DI TOKO


Aneka kado ini tidak dijual di toko.
Anda bisa menghadiahkannya setiap
saat dan tak perlu membeli! Meski begitu,
delapan (8) macam kado ini adalah
hadiah terindah dan tak ternilai bagi
orang-orang yang Anda sayangi.

Hati Seorang Ayah

^_^)

I Love my father ^^ cerita ini sangat menarik, rugi rasanya klo gak dibaca :) 
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.